Bila Anda ingin menjadi kaya, fokus pada upaya untuk menghasilkan, menyimpan, dan menginvestasikan uang Anda. Bila Anda ingin menjadi miskin, fokus pada upaya untuk menghabiskan uang Anda.

Uang adalah kekuatan, dan Anda harus cukup ambisius untuk memilikinya! Anda harus karena Anda bisa melakukan lebih banyak kebaikan dengan uang daripada yang bisa Anda lakukan tanpa uang.

Uang hanya akan membuat Anda lebih dari diri Anda yang sekarang.

Uang itu penting! Adalah hal bodoh kalau mengatakan bahwa uang tidak sepenting hal lain dalam hidup.

Uang adalah pelumas. Hal itu memungkinkan Anda berseluncur dalam menjalani hidup, bukannya berjuang untuk menjalani hidup.

Uang membawa kebebasan, yaitu kebebasan untuk membeli apa pun yang Anda inginkan dan kebebasan untuk melakukan apa pun yang Anda mau dengan waktu Anda.

Uang memungkinkan Anda menikmati hal yang lebih baik dalam hidup dan juga memberi Anda peluang untuk membantu orang lain memiliki kebutuhan hidup.

Yang terpenting, dengan memiliki uang, Anda tidak perlu menghabiskan energi Anda untuk merasa khawatir karena tidak punya uang.

Sama seperti Anda harus memiliki tangan dan kaki Anda, Anda harus memiliki uang dan kebahagiaan.

Saya sangat mendorong Anda untuk mematahkan mitos bahwa uang itu buruk atau bahwa Anda akan menjadi tidak terlalu baik atau tidak terlalu suci bila Anda kaya.

Tidak ada hubungannya antara menjadi orang yang baik, murah hati, serta penuh cinta dengan apa yang ada atau tidak ada dalam dompet Anda. Sifat itu muncul dari apa yang ada dalam hati Anda.

Aset adalah ukuran kesejahteraan yang sebenarnya karena, bila perlu, apa yang Anda miliki pada akhirnya bisa dicairkan menjadi uang tunai.

Orang yang sejahtera tidak lebih cerdas daripada orang miskin. Mereka hanya memiliki kebiasaan terkait uang yang berbeda dan lebih mendukung.

Perbedaan terbesar dan satu-satunya antara kesuksesan finansial dan kegagalan finansial adalah tentang seberapa baik Anda mengelola uang Anda.

Untuk menguasai uang, Anda harus mengelola uang.

Banyak orang tidak suka mengelola uang mereka karena pertama, mereka mengatakan bahwa hal tersebut membatasi kebebasan mereka. Kedua, mereka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki cukup uang untuk dikelola.

Follow instagram@katamutiara